Wireless Charger Handphone
Wireless Charger
Handphone merupakan
pengembangan teknologi yang menakjubkan. Teknologi yang digunakan untuk mengisi
daya baterai handphone tanpa kabel dengan sistem transmisi daya. Pengiriman
daya listrik tanpa kabel adalah suatu sistem yang memiliki
proses dimana energi listrik
dapat ditransmisikan dari suatu
sumber listrik menuju
ke beban listrik tanpa melalui suatu
kabel. Transmisi daya listrik
tanpa kabel ini berguna jika kita
membutuhkan suatu energi listrik, akan tetapi tidak ada kabel di sekitar tempat
kita berada.
Mundur beberapa tahun yang lalu ternyata teknologi ini
ditemukan oleh ilmuan jenius bernama Nikola Tesla yang Riwayat penelitiannya
banyak tersimpan misteri dan konspirasi tentang penemuan-penemuannya. Tulisan
ini berusaha mengulas sejumlah penemuan yang terbesar di eranya yang jarangan
di muat di pendidikan formal, media dan fakta secara secara umum. Berikut
cerita singkatnya.
Pada tahun 1856 di kota Smiljan wilayah Croatia
tanggal 10 Juli,
lahir seorang ilmuan
sekaligus penemu terpenting dalam sejarah bernama Nikola Tesla. Ia menjadi warga negara Amerika
Serikat pada tahun 1891 saat bekerja di salah satu perusahaan
di negara itu. Semasa hidupnya Tesla dianggap sebagai
seorang perintis dan merupakan salah seorang teknisi terbesar pada akhir abad ke-19 dan ke-20.
Nikola Testa
Berbeda dengan Marconi Tesla merupakan orang yang peduli dan
berpikir untuk mentransmisikan daya
listrik dalam jumlah
besar untuk keperluan
rumah tangga. Pada sebuah buku yang berjudul “prodigal jenius – the life of nikola tesla” yang dibuat oleh JJ oneil
diceritakan proses pembuatan dan
perancangan wireless power transmission. Pada
kurun abad tersebut, ia menemukan elektromekanik, transmisi listrik bolak-balik (Alternating Current), radio, sinar-x, motor AC, distribusi daya polyphase,
pengiriman daya nirkabel, dsb.
Khusus untuk yang disebutkan terakhir
yaitu pengiriman daya
nirkabel, dahulu kala tepatnya
pada akhir abad ke-19 Nikola Tesla sudah
pernah melakukan uji coba pengiriman daya nirkabel ini. Dan pada saat
itu, alat hasil penemuannya dinamakan atas dirinya sendiri, yaitu Tesla Coil. Dari percobaan yang dilakukannya tersebut,
alat yang dibuatnya telah berhasil mengirimkan daya listrik sebesar 1.000.000 volt tanpa kabel sejauh 26
mil untuk menyalakan 200 lampu bohlam dan satu motor listrik.
Wardenclyffe Tower atau disebut juga Tesla Tower
Dengan penemuannya dan teknologi yang dibuatnya, proses Wireless power transfer pada masa itu harus
dihentikan, karena efek samping dari pengiriman tegangan yang sangat
tinggi dapat merusak benda-benda
elektronik di sekitarnya, serta lompatan listrik yang dihasilkan dari alat tersebut dapat
membahayakan umat manusia.
Meskipun sebenarnya adalah sebuah
prestasi yang besar
namun karena tidak
adanya dokumentasi yang jelas tentang penemuan tesla itu sendiri
banyak orang yang berkata itu hanyalah bualan Tesla. Satu-satunya dokumentasi
yang ditinggalkan hanya sebuah catatan tentang sebuah kumparan
dan sebuah menara
di Long-island tempat
tesla melakukan percobaannya.
Penemuan Tesla dikembangkan
oleh ilmuan Jerman
Heinrich Hertz pada tahun
1886, berhasil melakukan
percobaan dengan radiasi
radio antara dua
titik tanpa kabel
yang hasilnya, radio memiliki
properti gelombang dan menemukan bahwa persamaan elektromagnetik dapat
di formulasikan.
Tesla coil
Seiring dengan
semakin berkembangnya teknologi
jaman sekarang, komponen yang ada kini jauh lebih maju
membuat penemuan-penemuan yang dulunya hanya sebuah ide kini
bisa direalisasikan. Bukti
dari hal itu ialah
pengembangan dari pengiriman daya
nirkabel yang dilakukan
Tesla yang pada
dahulu dinilai berbahaya, kini menjadi lebih
aman dan effisien.
Perbedaan mendasarnya ialah pada percobaan Tesla, saat itu
proses pengiriman daya nirkabel selalu
terhubung dengan ground pada
akhirnya. Tetapi saat ini,
pengiriman daya nirkabel menggunakan kumparan
yang berfrekuensi tinggi
dengan prinsip resonansi kopling magnetik tanpa grounding. Contoh nyata dari wireless
power transfer di masa kini diantaranya terealisasi pada wireless charger
handphone dan mobil listrik wireless
charging.
Pada abad
21, sekolompok ilmuwan
dari MIT (massachussets institute of technology) melakukan demonstrasi dengan menggunakan strong coupled magnetic resonance percobaan dilakukan
dengan sebuah kumparan yang bertegangan dengan frekuensi
yang beresonansi dengan frekuensi
pada receiver (penerima).
Dari Percobaan ini
tim MIT dapat menyalakan lampu
60 watt dengan
jarak 2 Meter dengan effisiensi
sekitar 40 %. Selain MIT ada juga
lembaga lain seperti wiitricity
dan Intel yang sedang berusaha mengembangkan
wireless power system contoh lain aplikasi dari
wireless power system tersebut adalah aplikaasi kapsul
endeskopi dalam dunia kedokteran, charger handphone, dan mobil
listrik dalam dunia otomotif yang sistem
pengisian baterai listriknya
menggunakan sistemwireless power transfer.
Posted By Wiwin
Saputra orang biasa saja
Referensi prodigal jenius – the life of nikola
tesla.
Salam Pena !!!


0 comments:
Post a Comment