Di era
informasi seperti saat ini internet memegang peranan penting dalam segala aspek
kehidupan manusia. Internet menjadi media yang banyak di gunakan oleh kalangan mahasiswa
untuk memenuhi kebutuhan informasi guna menunjang kebutuhan study yang mereka
tempuh maupun untuk menunjang aktivitas mereka. Hal ini terjadi karena pada
dasarnya kebutuhan setiap individu sangatlah beraneka ragam, sehingga adanya kebutuhan inilah
yang menimbulkan motif
untuk menemukan informasi
pada sebuah media yang paling
dianggap tepat.
Akibatnya
muncul berbagai cara dan strategi untuk mendapatkan informasi tersebut. Menurut Novianto dalam Penelitian “jurnal perilaku penggunaan internet
dikalangan mahasiswa studi kasus FISIP UNHAIR” mengatakan dalam hal ini
internet banyak digunakan karena menawarkan
berbagai kemudahan untuk dapat mengakses berbagai literatur dan referensi ilmu
pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan para akademisi.
Internet
menjadi pilihan alternatif pencarian informasi bagi mahasiswa selain
perpustakaan. Internet menjadi sumber
informasi yang mempunyai banyak manfaat dibandingkan
dengan sumber informasi lainnya. Saat ini sudah semakin banyak kantor lembaga pemerintah
yang memiliki koneksi kedalam
jaringan internet. Beberapa diantaranya bahkan telah mempublikasikan lembaganya
kedalam bentuk situs homepage pada world wid web (www). Perkembangan
internet di indonesia telah menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan berdasarkan
data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), akhir tahun 2006, jumlah pengguna yang
internet mencapai angka 25.000.000 juta
(Novianto).
Sebagai bahan perbandingan data
dari http://www.apjii.or.id menunjukkan
grafik yang sangat signifikan dari tahun 2000 sampai dengan 2007, apalagi
ditahun 2016
Berdasarkan hasil
riset yang dilakukan oleh MarkPlus
Insight terhadap 2161 pengguna Internet di
Indonesia memberikan gambaran
jelas mengenai tren
penggunaan Internet di Indonesia, jumlah pengguna Internet di Indonesia
pada tahun 2011 ini sudah mencapai 55 juta orang (dalam harian kompas), yang menarik dari perkembangan internet yaitu
dalam waktu yang cukup signifikan internet telah memperkenalkan beberapa hal
hal baru di masyarakat.
Menurut
Pirolli, manusia secara adaptif membentuk perilaku mereka berdasarkan
lingkungan informasinya (information
environments). Gleeson (2001), Informasi yang diperolehnya
ini diyakini akan
dapat membangun wawasan
dan pengetahuannya. Semakin
melimpahnya sumber informasi yang tersedia turut menciptakan persaingan dalam menyediakan
informasi yang paling relevan. Perpustakaan sebagai penyedia informasi yang menunjang kegiatan
pembelajaran pada instansi induknya
harus mampu menghadapi perkembangan teknologi informasi
yang memberikan dampak pada perilaku informasi pada pengguna potensial Perpustakaan yang
dalam hal ini
adalah khusunya Mahasiswa.
(Santrok,
2002) Kebutuhan informasi
mahasiswa tersebut perlu mendapatkan respon dari
perpustakaan sebagai pusat
layanan informasi, salah
satunya melalui ketersediaan
sumber informasi. Perpustakaan dinilai baik dalam menyediakan sumber informasi
meskipun nilai rata rata masih kurang dari kebutuhan
informasi yang diperlukan mahasiswa. Hal ini sesuai dengan yang
diungkapkan oleh Brown dalam Bystrom (1999), bahwa
dalam mengerjakan tugas
tertentu seseorang tidak
bisa mendapatkan informasi dari
dirinya sendiri maka
mereka akan berusaha
untuk mencari sumber informasi secara interpersonal yaitu melalui
bertanya dengan teman, orang lain atau ahli bidang tertentu. Dalam pemilihan
sumber informasi ini biasanya akan dipilih sumber informasi yang paling mudah,
cepat dan murah dalam proses aksesnya.
Dengan
semakin meningkatnya pengguna internet setiap tahun (data berdasarkan tebel),
teknologi internet semakin maju dengan ICT (information, communication and
technology) yang saat ini telah banyak digunakan oleh information dalam upaya
pemenuhan kebutuhan informasinya. Di era ICT ini, internet menjadi “raja”
sumber informasi, dengan jumlah pengakses mencapai ratusan juta orang di
seluruh dunia. Jumlah langganan internet
broadband dunia melewati setengah miliar pertama kalinya pada 2010 mencapai
555 juta, sedangkan
jumlah pelanggan mobile
broadband melonjak 940
juta. Sementara itu, sambungan telepon tetap menurun berturut-turut
selama tahun keempat dan berada di bawah 1,2 miliar (http://spektrumdunia.com).
Menurut
Sisson dan Pontau dalam Al-Saleh (2004), ini disebabkan karena internet mampu
menawarkan sebuah kenyamanan (convenience)
yang tidak bisa ditemui dalam
saluran informasi lainnya.
Bentuk dari kenyamanan tersebut
antara lain adalah kecepatan akses, serta
kemutakhiran dan keberagaman
informasi yang disajikan. Keberadaan internet sebagai tulang punggung ICT
berperan besar dalam mengubah wajah
perilaku penemuan informasi
dewasa ini. Tahap-tahap pada
perilaku penemuan informasi telah didukung oleh kapabilitas yang
dimiliki oleh browser internet. Misalnya
kegiatan penjelajahan (surfing),
mengamati situs sumber yang dipilih (browsing),
menandai sumber yang berguna untuk kepentingan di masa mendatang (differentiating), mengirim email
ke alamat email yang tersedia
untuk terus dapat mengikuti perkembangan atau informasi terbaru (monitoring), dan mencari sumber atau situs yang memuat semua informasi
tentang topik-topik tertentu (extracting), (Choo, Detlor, dan Turnbull,
2000).
Keberadaan
perpustakaan di jaman internet sekarang
ini menjadikan sebuah
dilema bagi perpustakaan sebagai
sumber informasi ditengah era digital yang
semakin berkembang. perputakaan
berpotensi di tinggal para penggunanya karena adanya
internet, internet saat ini menjadi alterantif bagi semua orang khususnya
mahasiswa dalam memperoleh informasi yang
diinginkannya. Keberadaan perpustakaan mulai terancam dengan munculnya internet,
seakan akan semua informasi tersedia di internet.
Kenyataannya
banyak pihak yang melangkah ke internet terlebih dahulu dalam mencari informasi
seakan akan memunculkan rasa ketidak puasan pencari informasi atas kinerja perpustakaan. Perpustakaan
sering kali lambat
dalam menjawab kebutuhan informasi yang di perlukan
pengguna. Perpustakaan juga dianggap lambat dalam menerapkan teknologi
informasi dan komunikasi (TIK). Perpustakaan sepertinya menjadi lembaga yang ketinggalan
jaman.
Sebagai
kesimpulan penulis mengutarakan bahwa dengan kecanggihan Internet dengan
berbagai fitur yang ditawarkan (hampir semua ada) dalam proses komunikasi bisa
mengancam eksistensi dari perpustakaan yang dari tahun ke tahun minim akan
trobosan dalam kemudahan mengakses informasi. Perpustakaan akan menjadi hanya
menjadi “tumpukan rak buku” ketika tidak bisa bertahan ditengah gempuran
internet dan kecanggihan mengakses informasi. Internet punya kelemahan yang
tidak seperti perpustakaan yaitu dengan berbagai “pembiasan” sumber informasi yang fakta kebenarannya bisa
saja di ragukan.
Posted by :
Wiwin Saputra orang biasa saja
Salam pena
!!!


0 comments:
Post a Comment